yayan nurlian
yayan nurlian
yayan nurlian
i love you so much MOM..

you're my everything :*

dede sayaaaang Mama'


22 Desember 2012

yayan nurlian
2013, Kesehatan Diprioritaskan
Padang Ekspres • Kamis, 08/11/2012 12:33 WIB • • 28 klik
Painan,Padek—Agar bisa keluar dari daerah tertinggal, kesehatan merupakan indikator yang harus dipenuhi sebagai mana dituangkan dalam pencapaian target Millenium Development Goal’s (MDGs). In­deks Pembangunan Manusia (IP­M) yang menjadi uku­ran, se­dang­kan IPM Pessel masih rendah yaitu 71,4 %.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pessel Syahrizal Antoni kepada Padang Ekspres kemarin. Ia menekankan kese­hatan harus diprioritaskan. Sebab di Pessel masalah kesehatan seperti angka kematian ibu dan anak masih tinggi terutama di daerah terpencil. Ini juga disebabkan masih minimnya tenaga kesehatan dan tidak lengkapnya sarana dan prasarana.

Karena itu sarana dan prasa­rana menjadi prioritas pem­ba­ngu­nan Pessel ke depan. Tahun 2013 Dinas Kesehatan telah me­ngu­sul­kan anggaran pada Rencana Ang­garan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pessel sekitar Rp24 miliar di luar dana pendukung pembangunan RSUD Tapan.

Kegiatan prioritas tahun 2013 untuk urusan kesehatan adalah program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan pra­sarana puskesmas/pustu. Selain itu juga meningkatkan kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan (Jamkesda) dan pencengahan penyebaran bencana.

Sedangkan untuk pem­ba­ngu­nan RSUD Tapan juga  diang­garkan biaya operasionalnya. Dana  operasional RSUD Tapan perlu dialokasikan  karena diperkirakan pembangunan RSUD ini akan selesai akhir 2012 ini.

Peletakan batu pertamanya telah dilakukan Sabtu (3/11) lalu dan rancangan  STOK sedang dibahas pemkab bersama DPRD Pessel.

“Kita berharap anggaran yang diajukan ini bisa direalisasikan. Sebab kesehatan sangat penting untuk meningkatkan sumber daya manusia,” tegasnya.

Tahun 2012 anggaran yang dialokasikan ke dinas kesehatan sekitar Rp 16 miliar dan ditambah pada anggaran perubahan sebesar Rp 1,3 miliar.

“Sebenarnya anggaran yang dialokasikan tersebut tidak men­cukupikarena Pessel merupakan  daerah rawan beberapa penyakit seperti DBD, malaria dan penyakit lainnya,” ulasnya

Sarana dan prasarana yang ada  di Kabupaten Pesisir Selatan saat ini, Puskesmas berjalan 10 unit, Puskesmas rawatan 8 unit, Pus­kesmas keliling 18 unit,Pustu 91 unit,Posyandu 652 pos, Polindes/Poskesri 284, Rumah Sakit 1 unit. Sedangkan tenaga kesehatan yang dimiliki seperti Perawat 343 orang, Bidan 430  orang,dokter.(n)
yayan nurlian
Minggu, 2 Desember 2012

Penderita HIV/AIDS Kalbar di Peringkat 7

Setahun Meningkat 2.000 Kasus


Pontianak – Setiap memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia, saat itu pula penderita penyakit yang belum ada obatnya ini meningkat kasusnya di Kalbar. Hingga Oktober 2012 mencapai 3.702 kasus HIV yang terdeteksi.
“Jumlahnya naik hingga 2.000 kasus dibanding tahun lalu. Temuan peningkatan jumlah penderita HIV menunjukkan aktivitas voluntary counseling testing (VCT) berjalan baik,” ungkap Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalbar Syarif Totok Alkadrie kepada wartawan, kemarin.
Sementara jumlah penderita tahun 2012 ini mencapai 1.700 kasus. Sebanyak 511 orang dengan HIV/AIDS dinyatakan meninggal dunia
Temuan VCT juga mengungkapkan, bahwa faktor risiko tertinggi penularan HIV/AIDS di Kalbar masih didominasi oleh hubungan seks di kalangan heteroseksual yang berisiko.
Terkait peringatan Hari AIDS Sedunia, Totok menegaskan diperlukannya penguatan sinergi seluruh pihak. Peran terpenting, menurut dia, ada pada para pemuka agama dan tokoh masyarakat.
Para panutan masyarakat diharapkan untuk terus-menerus mensosialisasikan pentingnya menjaga perilaku dan menjauhkan masyarakat dari hal-hal yang berisiko penularan HIV/AIDS.
“Di sisi lain, kaum pria diharapkan bisa menghargai dan memerhatikan hak-hak reproduksi perempuan. Masyarakat juga dituntut untuk menghapuskan stigma dan diskriminasi terhadap mereka yang dinyatakan mengidap HIV/AIDS,” kata Totok.

Risiko pelacuran

Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia 1 Desember di Pontianak diwarnai aksi solidaritas ratusan mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak, Sabtu (1/12), di Bundaran Digulis Untan.
Mereka membagikan bunga kepada pengendara kendaraan yang lewat untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko HIV/AIDS, namun jangan dikecam sebagai aib.
Para mahasiswa yang setiap harinya bergumul dengan ilmu kesehatan masyarakat, itu juga menggelar aksi teatrikal. Inilah bentuk keprihatinan terhadap kian meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kalbar. Dari semua aksi itu, para mahasiswa berupaya menyampaikan pesan mengenai bagaimana seharusnya menghadapi bahaya HIV/AIDS.
“Kita mengadakan aksi solidaritas karena prihatin dengan semakin maraknya kasus HIV/AIDS di daerah ini. Di Indonesia sekarang sudah hampir mencapai 28 ribu penderita yang terdata. Belum lagi yang tidak terdata,” ungkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak Andi Juanda kepada wartawan kemarin.
Penderita HIV/AIDS di Indonesia memang cenderung meningkat sejak didata kali pertama tahun 1987 sampai tahun 2012. Bahkan untuk Kalbar sepanjang tahun 2012 hingga Oktober, jumlah kasus HIV di Kalbar naik hingga 2.000 kasus.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rate cumulative kasus AIDS nasional hingga September 2012 adalah 11 per 100 ribu penduduk. Data itu juga menerangkan pada 1987 hingga September 2012, Provinsi Papua tercatat sebagai daerah dengan penderita HIV tertinggi di Indonesia.
Papua terdata memiliki 7.572 kasus HIV, diikuti DKI Jakarta dengan 6.299 kasus, Jawa Timur 5.257 kasus, Jawa Barat 4.098 kasus, Bali 2.939 kasus, dan Jawa Tengah 2.503 kasus.
Sementara Kalimantan Barat terdapat 1.699 kasus, Sulawesi Selatan dengan 1.377 kasus, Riau 755 kasus, dan Sumatera Barat 715 kasus. Dari data Kemenkes menunjukkan Kalbar secara menyedihkan berada di peringkat tujuh. Karena itu, Andi mewakili solidaritas mahasiswa prihatin dengan kondisi Kalbar menanggulangi HIV/AIDS.
“Pemerintah seharusnya lebih gencar lagi menangani kasus HIV/AIDS ini. Terutama pada ibu dan anak yang sangat rentan terjangkiti,” paparnya.
Para mahasiswa FK Muhammadiyah juga meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk menutup tempat-tempat lokalisasi. Pemerintah tidak mampu memberikan jaminan kalau praktik pelacuran tidak menyebarkan HIV hingga ke kamar tidur pasangan suami istri.
“Kami berharap kepada seluruh rakyat Indonesia dan Kalbar khususnya, agar menjauhi HIV/AIDS. Kemudian jangan menyudutkan kalau ada teman kita yang terkena. Boleh jadi mereka hanya korban dan punya hak untuk hidup selayaknya manusia sempurna,” sarannya. (kie)
yayan nurlian
konsumsilah kulit manggis.

salah satu penyakit yang banyak menyerang saat ini muncul dari organ hati sendiri, bukan akibat keganasan organ lain yang menyebar ke hati.
gejala klinisnya antara lain hepatemogali atau pembesaran hati, sakit perut, atau gangguan hati lain.