BANGKA POS.COM, BANGKA - Ahmad
Intan, Pengelola Program Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan
Kabupaten Bangka Barat mengatakan, upaya membasmi nyamuk dengan cara
melakukan fogging (pengasapan) kurang baik. Fogging mengandung malation,
sejenis racun yang cukup berbahaya bagi manusia dan juga lingkungan
sekitar.
Menurutnya, fogging sebetulnya upaya terakhir untuk memberantas nyamuk baik yang menyebarkan penyakit demam berdarah maupun malaria.
"Yang paling efektif kita coba dari diri kita sendiri, jangan terbiasa menggunakan zat kimia," kata Ahmad, kepada bangkapos.com, Rabu (27/3/2013), terkait usulan warga Desa Mislak Jebus, agar Dinkes melakukan fogging secara berkala di desa tersebut.
Menurut Ahmad, sebenarnya yang perlu diperhatikan dalam membasmi nyamuk adalah membunuh jentik nyamuk atau dikenal dengan istilah PSN (pemberantasan sarang nyamuk).
"Kelemahan, kita akui kalau ada permasalahan (kasus DBD), kita kadang kurang tanggap. Tapi fogging bukan untuk penyemprotan berkala," ucapnya.
Menurutnya, fogging sebetulnya upaya terakhir untuk memberantas nyamuk baik yang menyebarkan penyakit demam berdarah maupun malaria.
"Yang paling efektif kita coba dari diri kita sendiri, jangan terbiasa menggunakan zat kimia," kata Ahmad, kepada bangkapos.com, Rabu (27/3/2013), terkait usulan warga Desa Mislak Jebus, agar Dinkes melakukan fogging secara berkala di desa tersebut.
Menurut Ahmad, sebenarnya yang perlu diperhatikan dalam membasmi nyamuk adalah membunuh jentik nyamuk atau dikenal dengan istilah PSN (pemberantasan sarang nyamuk).
"Kelemahan, kita akui kalau ada permasalahan (kasus DBD), kita kadang kurang tanggap. Tapi fogging bukan untuk penyemprotan berkala," ucapnya.
Penulis : rudy
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com


Posting Komentar